Showing posts with label Wawancara. Show all posts
Showing posts with label Wawancara. Show all posts
Wednesday, July 14, 2021
Sunday, July 4, 2021
Monday, June 21, 2021
Tuesday, June 8, 2021
Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Turki ke bahasa Indonesia bersama Bernando J. Sujibto
Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS)
Indonesia
Wednesday, May 26, 2021
Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia bersama Yogas Ardiansyah (II)
Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS)
Indonesia
Sigit Susanto: “Buat Mas Yogas Ardiansyah, saya sangat senang jika karya-karya sastra dari 2 bangsa, Prancis dan Jerman bisa dialihbahasakan ke bahasa kita. Alasannya, kedua bangsa bersebelahan itu banyak sekali melahirkan peraih nobel dan karya sastranya betul-betul menjadi inspirasi pengarang lain. Saya berkenalan dengan sastra Prancis dengan membaca Education Sentimentale, juga Perjalanan ke Mesir - Flaubert, disusul Siang dan Malam di Amerika - Simone de Beauvoir, Pest-nya Camus.
Sigit Susanto: “Buat Mas Yogas Ardiansyah, saya sangat senang jika karya-karya sastra dari 2 bangsa, Prancis dan Jerman bisa dialihbahasakan ke bahasa kita. Alasannya, kedua bangsa bersebelahan itu banyak sekali melahirkan peraih nobel dan karya sastranya betul-betul menjadi inspirasi pengarang lain. Saya berkenalan dengan sastra Prancis dengan membaca Education Sentimentale, juga Perjalanan ke Mesir - Flaubert, disusul Siang dan Malam di Amerika - Simone de Beauvoir, Pest-nya Camus.
Friday, April 30, 2021
Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (II)
Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS)
Indonesia
Koekuh Djatmiko: “1. Mana yang lebih urgen, terjemahan yang setia dengan gaya bahasa pengarang atau yang penting pesan pengarangnya sampai ke pembaca? 2. Bila novel yang akan diterjemahkan aslinya non bahasa Inggris, misalkan Perancis, Spanyol atau Jerman, apakah bung AK memilih buku yang bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris? Bukankah bila memilih buku yang terjermahan Inggris, artinya bung AK sudah memilih buku terjemahan atas terjemahan? Terkait dengan itu, bagaimana kita sebagai penterjemah mau mengikuti gaya bahasa dan bercerita pengarang ybs?”
Koekuh Djatmiko: “1. Mana yang lebih urgen, terjemahan yang setia dengan gaya bahasa pengarang atau yang penting pesan pengarangnya sampai ke pembaca? 2. Bila novel yang akan diterjemahkan aslinya non bahasa Inggris, misalkan Perancis, Spanyol atau Jerman, apakah bung AK memilih buku yang bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris? Bukankah bila memilih buku yang terjermahan Inggris, artinya bung AK sudah memilih buku terjemahan atas terjemahan? Terkait dengan itu, bagaimana kita sebagai penterjemah mau mengikuti gaya bahasa dan bercerita pengarang ybs?”
Monday, April 12, 2021
Sunday, April 11, 2021
Tuesday, March 16, 2021
Wednesday, February 24, 2021
Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian II selesai)
: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS)
Indonesia
Nanda Winar Sagita: Bung Wawan Eko Yulianto sudah menerjemahkan dua karya besar James Joyce. Saya ingin bertanya, karya mahabesar Joyce yg Ulysses gimana, Mas?
Wawan Eko Yulianto: Nah-nah-nah. Ini dia 5 million dollar question. Hahaha. Sudah sempat jalan nerjemah sama seorang kawan (dapatnya cukup banyak), tapi kemudian ada ini dan itu yang bikin keder sendiri. Terus diajak mas Sigit nerjemah lagi, dan ada sumber-sumber yang bisa dipakai buat memahami bagian-bagian yang asalnya dari bahasa lain atau yang merujuk ke teks-teks lain yang lebih tua. Akhirnya ya saya terjemahkan secara woles dan kalem. Kalau ada yang mau mendahului, silakan. Hahaha. Yang penting nantinya ada terjemahan Ulysses dlm bhs Indonesia.
Nanda Winar Sagita: Bung Wawan Eko Yulianto sudah menerjemahkan dua karya besar James Joyce. Saya ingin bertanya, karya mahabesar Joyce yg Ulysses gimana, Mas?
Wawan Eko Yulianto: Nah-nah-nah. Ini dia 5 million dollar question. Hahaha. Sudah sempat jalan nerjemah sama seorang kawan (dapatnya cukup banyak), tapi kemudian ada ini dan itu yang bikin keder sendiri. Terus diajak mas Sigit nerjemah lagi, dan ada sumber-sumber yang bisa dipakai buat memahami bagian-bagian yang asalnya dari bahasa lain atau yang merujuk ke teks-teks lain yang lebih tua. Akhirnya ya saya terjemahkan secara woles dan kalem. Kalau ada yang mau mendahului, silakan. Hahaha. Yang penting nantinya ada terjemahan Ulysses dlm bhs Indonesia.
Sunday, February 7, 2021
Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian II selesai)
: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS)
Indonesia
Sasti Gotama: Ini adalah salah satu terbitan Marjin Kiri favorit saya: Pemburu Aksara, Ana Maria Shua. Saya berharap, Mas Ronny Agustinus dan Marjin Kiri akan lebih sering menerbitkan terjemahan karya penulis dunia perempuan, hehehe. Saya pernah mendengar bahwa proses penerjemahan kadang bisa menghilangkan kekhasan suatu teks. Seseorang pernah menceritakan kekesalannya kepada saya saat membaca terjemahan Seratus Tahun Kesunyian yang menghilangkan gaya parataksis Gabo. Namun,
Sasti Gotama: Ini adalah salah satu terbitan Marjin Kiri favorit saya: Pemburu Aksara, Ana Maria Shua. Saya berharap, Mas Ronny Agustinus dan Marjin Kiri akan lebih sering menerbitkan terjemahan karya penulis dunia perempuan, hehehe. Saya pernah mendengar bahwa proses penerjemahan kadang bisa menghilangkan kekhasan suatu teks. Seseorang pernah menceritakan kekesalannya kepada saya saat membaca terjemahan Seratus Tahun Kesunyian yang menghilangkan gaya parataksis Gabo. Namun,
Wednesday, January 20, 2021
Friday, December 25, 2020
Sunday, November 15, 2020
Sunday, May 17, 2020
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
Adin
Aguk Irawan Mn
Akhmad Sofyan Hadi
Albert Camus
Andre
Annie Tucker
Anton Kurnia
Anwar Holid
APSAS (Apresiasi Sastra)
Audrian F
Baca Puisi
Bahrul Ulum A. Malik
Berita
Bernando J. Sujibto
Birgit Lattenkamp
Buku Pohon
Cak Bono
Catatan
Dedy Tri Riyadi
Denny JA
Didin Tulus
Dody Yan Masfa
Dwi Fitria
Eka Kurniawan
Endah Sulawesi
Ernest Hemingway
Esai
F Rahardi
F. Rahardi
Franz Kafka
Gaya Lufityanti
Gm. Sukawidana
Gunoto Saparie
Gus Noy
H Tanzil
Haris Firdaus
Heri CS
Herri Chandra Santoso
Iman Budhi Santosa
Indah Survyana
Interview
James Joyce
Jerman
Johannes Sutanto de Britto
Kampung Ciseel
Karl Marx
Kedai Roti
Kemah Sastra
Komunitas Lereng Medini (KLM)
Koskow
Kurnia Effendi
Latief S. Nugraha
lockdown
Lucern
Lucern Kota Mati
M. Lukluk Atsmara Anjaina
Mas Palomas
Metamorfosis
Milan Kundera
Muafiqul Khalid MD
Muhidin M. Dahlan
Nezar Patria
Nunung Deni Puspitasari
Nurel Javissyarqi
Nuruddin Assyhadie
Pawang Surya Kencana
Perdebatan
Petik Puisi
Proses Kreatif
Puisi Terjemahan
Pulau James Bond
PUstaka puJAngga
Resensi
Rinto Andriono
Ronny Agustinus
Roso Titi Sarkoro
Ruth Martin
Sabine Müller
Sasti Gotama
Saut Situmorang
Setia Naka Andrian
Setiyo Bardono
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sulistiono
Surat Ti Bali
Swiss
Tiya Hapitiawati
Triyanto Triwikromo
Ulysses
Umbu Landu Paranggi
Warih Wisatsana
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wayan Jengki Sunarta
Wayang di Salju
Wayang James Joyce
Yogas Ardiansyah
Yonathan Rahardjo
Youtube
Yusri Fajar






