Showing posts with label APSAS (Apresiasi Sastra). Show all posts
Showing posts with label APSAS (Apresiasi Sastra). Show all posts

Wednesday, May 26, 2021

Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia bersama Yogas Ardiansyah (II)

Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 
Sigit Susanto: “Buat Mas Yogas Ardiansyah, saya sangat senang jika karya-karya sastra dari 2 bangsa, Prancis dan Jerman bisa dialihbahasakan ke bahasa kita. Alasannya, kedua bangsa bersebelahan itu banyak sekali melahirkan peraih nobel dan karya sastranya betul-betul menjadi inspirasi pengarang lain. Saya berkenalan dengan sastra Prancis dengan membaca Education Sentimentale, juga Perjalanan ke Mesir - Flaubert, disusul Siang dan Malam di Amerika - Simone de Beauvoir, Pest-nya Camus.

Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia bersama Yogas Ardiansyah (I)

Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 

Friday, April 30, 2021

Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (II)

Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 
Koekuh Djatmiko: “1. Mana yang lebih urgen, terjemahan yang setia dengan gaya bahasa pengarang atau yang penting pesan pengarangnya sampai ke pembaca? 2. Bila novel yang akan diterjemahkan aslinya non bahasa Inggris, misalkan Perancis, Spanyol atau Jerman, apakah bung AK memilih buku yang bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris? Bukankah bila memilih buku yang terjermahan Inggris, artinya bung AK sudah memilih buku terjemahan atas terjemahan? Terkait dengan itu, bagaimana kita sebagai penterjemah mau mengikuti gaya bahasa dan bercerita pengarang ybs?”

Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (I)

Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 

Wednesday, February 24, 2021

Web Sastra-Indonesia.com hampir 13 Tahun 12 Ribu Postingan

Catatan ke II Website Sastra-Indonesia.com dan ke APSAS (Apresiasi Sastra)

Nurel Javissyarqi *

Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian II selesai)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 
Nanda Winar Sagita: Bung Wawan Eko Yulianto sudah menerjemahkan dua karya besar James Joyce. Saya ingin bertanya, karya mahabesar Joyce yg Ulysses gimana, Mas?
 
Wawan Eko Yulianto: Nah-nah-nah. Ini dia 5 million dollar question. Hahaha. Sudah sempat jalan nerjemah sama seorang kawan (dapatnya cukup banyak), tapi kemudian ada ini dan itu yang bikin keder sendiri. Terus diajak mas Sigit nerjemah lagi, dan ada sumber-sumber yang bisa dipakai buat memahami bagian-bagian yang asalnya dari bahasa lain atau yang merujuk ke teks-teks lain yang lebih tua. Akhirnya ya saya terjemahkan secara woles dan kalem. Kalau ada yang mau mendahului, silakan. Hahaha. Yang penting nantinya ada terjemahan Ulysses dlm bhs Indonesia.

Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian I)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 

Sunday, February 7, 2021

Sastra: Sebab Kode adalah Puisi

Eka Kurniawan *
Kompas, 11 Mei 2008
 
SEKIRANYA Borges masih hidup, barangkali ia akan menjadi penulis paling getol online. Bagaimana tidak, banyak orang yang percaya, sebelum internet ditemukan, Borges telah ”memimpikan” dunia internet dalam cerita-cerita pendeknya. Ingat perihal ensiklopedia yang disusun secara diam-diam oleh sekelompok orang sehingga menghasilkan dunia yang baru? Bukankah hal ini sekarang menjadi mungkin dengan perangkat lunak wiki sebagaimana dipergunakan di wikipedia.org? Atau perihal teks yang bisa merujuk ke teks lain tanpa batas? Sejak ditemukan internet, kita sudah mengenal ”link”.

Membaca Sekumpulan Nyanyian Imigran

Cak Bono
 
Judul Buku: Nyanyian Imigran
Penerbit: DF Publisher, Malang Jatim
Hal: xiii+179
Penulis: Anggota BMI Hongkong, Amerika, Swiss dan Jerman
Tahun: 2006

Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian II selesai)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 
Sasti Gotama: Ini adalah salah satu terbitan Marjin Kiri favorit saya: Pemburu Aksara, Ana Maria Shua. Saya berharap, Mas Ronny Agustinus dan Marjin Kiri akan lebih sering menerbitkan terjemahan karya penulis dunia perempuan, hehehe. Saya pernah mendengar bahwa proses penerjemahan kadang bisa menghilangkan kekhasan suatu teks. Seseorang pernah menceritakan kekesalannya kepada saya saat membaca terjemahan Seratus Tahun Kesunyian yang menghilangkan gaya parataksis Gabo. Namun,

Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian I)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
 

Sunday, January 31, 2021

Labirin Impian

Eka Kurniawan
 
SUATU ketika ia berdiri di depan pondokannya yang oleh tetangga sekitar dikenal dengan nama Padepokan Ngawu-awu Langit. Ia berteriak-teriak, menjerit-jerit, marah, dan tertawa dengan ekspresi aneh. Para tetangga tak mengacuhkannya sama sekali. Itu sudah biasa bagi mereka karena ia aktor yang cukup dikenal, paling tidak bagi para tetangga. Namanya, Nuruddin Asyhadie, dan bersama beberapa seniman lain, seperti Rudi Heru Sutedja dan Ikun Eska, ia mendirikan Pabrik Tontonan, sebuah kelompok seni dan teater di Yogyakarta.